Our Exclusive News

Butuh solusi untuk meningkatkan kinerja bisnis anda?
Kami siap membantu.

Kontak PT. MSP

Main Posts Background Image

Main Posts Background Image
Tampilkan postingan dengan label ME. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ME. Tampilkan semua postingan

7 September 2018

Refurbish Mesin Milling F3 & F4, Mesin Bubut

 PT. Mitra Solusindo Pratama menerima pengerjaan rekondisi mesin-mesin industri. Kali ini yang dikerjakan yaitu Refurbish Mesin Milling F3 & F4, Mesin Bubut laboratorium di salah satu jurusan Politeknik ternama di Bandung.





Instalasi Fire Alarm System
















Fire Alarm System Yang Baik Dapat Mengecilkan Resiko Kerugian

Fire Alarm System


Dalam bahasa Indonesianya yaitu Sistem Pendeteksi Kebakaran, merupakan perlengkapan yang terintegrasi dan bekerja secara bersamaan untuk mendeteksi adanya kebakaran. Dari mulai memberikan sinyal adanya asap (berupa alat smoke detector), kemudian mengeluarkan peringatan adanya api/kemungkinan api (heat detector), dan selanjutnya memberikan respon untuk mematikan kebakaran. Sistem alarm ini dapat diaktivasi secara otomatis dari smoke detector (detektor asap) ataupun heat detector (detektor panas).Atau dapat juga diaktivasi menggunakan peralatan aktivasi manual seperti manual call points atau pull station.
Sumber gambar: detik.com
Terjadinya kebakaran yang salah satunya diakibatkan oleh arus pendek listrik, pembuangan bara api secara sembarangan (misalnya puntung rokok, penggunaan lilin), serta kelalaian manusia dalam bekerja, dan lain sebagainya. Semua hal tersebut merupakan resiko-resiko yang akan dialami oleh para pemilik suatu tempat, dan resiko-resiko tersebut akan bertambah lagi kerugiannya apabila tidak bisa diantisipasi dengan baik.
Resiko kebakaran suatu tempat akan mengakibatkan kerugian berupa kehilangan seluruh aset fisiknya, dan bahkan bisa membuat bangunan yang terbakar tersebut menjadi tidak layak huni sehingga harus dibangun dari nol kembali. Selain itu bahaya kebakaran juga dapat menimbulkan korban jiwa, apabila tidak memiliki sistem peringatan dini yang membuat manusia sadar akan adanya bahaya.
Sumber gambar: tribunnews.com
Dengan adanya Fire Alarm System yang baik dapat mengecilkan resiko kerugian yang akan anda alami, karena hal tersebut setidaknya dapat mengantisipasi bahaya kebakaran. Fire Alarm dapat menjadi solusi yang tepat untuk memantau ruangan - ruangan yang rawan terhadap bahaya kebakaran maupun tak berpenghuni. Sebagai pendeteksi peringatan secara dini, fire alarm system dapat mengeluarkan suara bunyi yang nyaring saat mendeteksi adanya asap akibat terbakarnya suatu barang, sehingga bisa diambil suatu tindakan selanjutnya.

Epoxy Untuk Laboratorium Kampus

Kampus sebagai sumber tempat belajar sangat diharapkan memiliki fasilitas yang mumpuni untuk mendukung kegiatan belajar. Kampus yang baik tentunya akan selalu mengakomodasi tuntutan pengadaan fasilitas yang dapat mendukung kegitan belajar mengajar menjadi semakin nyaman.

Salah satu kampus ternama didaerah Bandung mempercayakan PT. Mitra Solusindo Pratama untuk mengerjakan pengecatan Epoxy untuk lantai gedung salah satu jurusannya.

Pengecatan Epoxy di lantai ini salah satunya berguna agar lantai menjadi semakin mudah untuk dibersihkan apabila saat selesai melakukan kegiatan. Sebagai lembaga pendidikan tentunya terdapat banyak kegiatan mahasiswa yang berlangsung, terutama di Gedung Teknik Sipil - Politeknik Negeri Bandung ini.

Garis maupun warna penanda area kegiatan atau peralatan tidak mudah hilang, rusak, bahkan kotor apabila terlindungi dengan epoxy. Termasuk lantainya itu sendiri, terlindungi agar tidak mudah retak apabila terkena beban yang berat.

Diluar itu tentunya masih banyak lagi kegunaan penggunaan epoxy, seperti yang telah kami infokan ditulisan-tulisan dalam website MSP ini.

Semoga dengan penggunaan Epoxy Ezzer di lantai Gedung Teknik Sipil - Politeknik Negeri Bandung dengan ketebalan 2.000 micron, semakin menambah kenyamanan bagi aktifitas Civitas Academica-nya.

19 Agustus 2018

Maintenance (Perawatan) Mesin Berkala

Yang dimaksud dengan Maintenance adalah suatu kegiatan untuk merawat atau memelihara dan menjaga Mesin/peralatan dalam kondisi yang terbaik supaya dapat digunakan untuk melakukan produksi sesuai dengan perencanaan. Dengan kata lain, Maintenance adalah kegiatan yang diperlukan untuk mempertahankan (retaining) dan mengembalikan (restoring) mesin ataupun peralatan kerja ke kondisi yang terbaik sehingga dapat melakukan produksi dengan optimal.

Dengan berkurangnya tingkat kerusakan mesin dan peralatan kerja, kualitas, produktivitas dan efisiensi produksi akan meningkat dan menghasilkan profitabilitas yang tinggi bagi perusahaan.

Pada dasarnya Maintenance atau Perawatan Mesin/Peralatan kerja memerlukan beberapa kegiatan seperti dibawah ini :

  • Kegiatan Pemeriksaan/Pengecekan
  • Kegiatan Meminyaki (Lubrication)
  • Kegiatan Perbaikan/Reparasi pada kerusakan (Repairing)
  • Kegiatan Penggantian Suku Cadang (Spare Part) atau Komponen


Jenis-jenis Maintenance (Perawatan)

Maintenance atau Perawatan dapat dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah:

1. Breakdown Maintenance (Perawatan saat terjadi Kerusakan)

Sumber gambar: 123rf.com

Breakdown Maintenance adalah perawatan yang dilakukan ketika sudah terjadi kerusakan pada mesin atau peralatan kerja sehingga Mesin tersebut tidak dapat beroperasi secara normal atau terhentinya operasional secara total dalam kondisi mendadak. Breakdown Maintenance ini harus dihindari karena akan terjadi kerugian akibat berhentinya Mesin produksi yang menyebabkan tidak tercapai Kualitas ataupun Output Produksi.

2. Preventive Maintenance (Perawatan Pencegahan)

Preventive Maintenance atau kadang disebut juga Preventative Maintenance adalah jenis Maintenance yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada mesin selama operasi berlangsung. Contoh Preventive maintenance adalah melakukan penjadwalan untuk pengecekan (inspection) dan pembersihan (cleaning) atau pergantian suku cadang secara rutin dan berkala. Preventive Maintenace terdiri dua jenis, yakni :
Sumber gambar: wordpress.com


  1. Periodic Maintenance (Perawatan berkala)
    Periodic Maintenance ini diantaranya adalah perawatan berkala yang terjadwal dalam melakukan pembersihan mesin, Inspeksi mesin, meminyaki mesin dan juga pergantian suku cadang yang terjadwal untuk mencegah terjadi kerusakan mesin secara mendadak yang dapat menganggu kelancaran produksi. Periodic Maintenance biasanya dilakukan dalam harian, mingguan, bulanan ataupun tahunan.
  2. Predictive Maintenance (Perawatan Prediktif)
    Predictive Maintenance adalah perawatan yang dilakukan untuk mengantisipasi kegagalan sebelum terjadi kerusakan total. Predictive Maintenance ini akan memprediksi kapan akan terjadinya kerusakan pada komponen tertentu pada mesin dengan cara melakukan analisa trend perilaku mesin/peralatan kerja. Berbeda dengan Periodic maintenance yang dilakukan berdasarkan waktu (Time Based), Predictive Maintenance lebih menitikberatkan pada Kondisi Mesin (Condition Based).

3. Corrective Maintenance (Perawatan Korektif)

Corrective Maintenance adalah Perawatan yang dilakukan dengan cara mengidentifikasi penyebab kerusakan dan kemudian memperbaikinya sehingga Mesin atau peralatan Produksi dapat beroperasi normal kembali. Corrective Maintenance biasanya dilakukan pada mesin atau peralatan produksi yang sedang beroperasi secara abnormal (Mesin masih dapat beroperasi tetapi tidak optimal).
Sumber gambar: canstockphoto.com

Jenis-jenis Perawatan atau Maintenance diatas perlu dipelajari dan diketahui dalam menerapkan Total Productive Maintenance (TPM). Untuk mengukur kinerja Mesin, kita dapat menghitungnya dengan rumus OEE (Overall Equipment Effectiveness).

Tujuan Maintenance (Perawatan/Pemeliharaan)

Tujuan-tujuan melakukan maintenance diantaranya adalah :

  • Mesin dapat menghasilkan Output sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan.
  • Kualitas produk yang dihasilkan oleh Mesin dapat terjaga dan sesuai dengan harapan.
  • Mencegah terjadinya kerusakan berat yang memerlukan biaya perbaikan yang lebih tinggi.
  • Untuk menjamin keselamatan tenaga kerja yang menggunakan mesin yang bersangkutan.
  • Tingkat Ketersediaan Mesin yang maksimum (berkurangnya downtime)
  • Dapat memperpanjang masa pakai mesin atau peralatan kerja.
Rujukan: https://ilmumanajemenindustri.com/jenis-maintenance-perawatan-mesin-peralatan-kerja/

Penggunaan Epoxy Untuk Lantai

Pada awal-awal penggunaan epoxy coating lantai, terbanyak digunakan untuk beberapa jenis industri seperti hotel, rumah sakit, mall, ataupun industri produksi consumer good. Struktur lantai bangunan yang akan dilapis dengan menggunakan cat epoxy dengan formulasi bahan khusus, bertujuan untuk menguatkan struktur lantai agar tahan terhadap berbagai polutan dari lingkungan dan meningkatkan prosedur keamanan dalam gedung. Nah bagi Anda yang masih merasa awam dengan cat epoxy dan ingin mengetahui tentang definisi cat epoxy yang sebenarnya, maka Anda juga harus mengetahui terlebih dahulu tentang sejarah cat, pembagian jenis cat epoxy, dan perbedaan antar setiap jenis cat epoxy.


Sejarah cat epoxy
Epoxy pertama kalinya dikembangkan di Amerika dan Swiss tahun 1930, kemudian berkembang menjadi cat perekat di tahun 1946. Cat epoxy sendiri mulai dikembangkan menjadi cat pelapis di tahun 1947 karena bahan resin yang digunakan sebagai bahan utamanya terbukti memiliki struktur polimer yang mudah melekat dan memiliki daya adhesi tinggi.
Apa itu epoxy
Yang perlu dipahami terlebih dahulu adalah jenis epoxy flooring dimana epoxy adalah bahan polimer yang tahan terhadap degradasi unsur kimia padat. Sedangkan epoxy lantai adalah prose pelapisan lantai dengan dua komponen utama yaitu cairan resin dan hardener (pengeras), dimana ketika keduanya dicampur dengan komposisi yang tepat akan menghasilkan reaksi kimia yang meningkatkan resistensi lantai terhadap berbagai polutan atau kontaminan yang dapat merusak struktur lantai.
Perbedaan jenis cat
Cat epoxy sendiri juga akan dibagi menjadi beberapa jenis dengan menggunakan pertimbangan beberapa aspek berikut:
1. Aspek kegunaan
exteriorcoatings.com

Dalam penerapan cat epoxy, akan selalu dikombinasikan dengan bahan lain sebagai bahan anti slip, anti statis, maupun ditambah bahan komposit yang menjadikan dinding bangunan kebal atu anti peluru dan anti ledakan. Pelapisan epoxy yang berharga cukup mahal akan terasa sebanding dengan pemanfaatannya terutama ketika pemberian cat epoxy yang berkualitas tinggi juga akan menghindarkan bangunan dari keretakan atau abrasi akibat penggunaan alat-alat berat dalam bangunan.
2. Model percampuran bahan baku
ytimg.com
Meski bahan utama cat epoxy sama yaitu dengan menggunakan resin, namun ada perbedaan pada prosentase tambahan zat aditif yang membuat kualitas dari cat epoxy tersebut dinilai baik atau tidak. Untuk menerapkan epoxy self levelling maka ketebalan lapisan yang dibutuhkan adalah sekitar 800 micron, berbeda dengan ketika Anda memesan epoxy biasa yang hanya setebal 300-500 micron. Pastinya jika dilihat dari tingkat ketebalannya sudah pasti cat epoxy yang memiliki ketebalan 800 micron keatas akan lebih tahan lama dan umumnya ketebalan dengan level tersebut akan dimanfaatkan untuk industri.
3. Model cat yang disesuaikan dengan permasalahan bahan baku
squarespace.com

Dalam memformulasikan bahan baku, ada kalanya perusahaan kontraktor juga kesulitan untuk menemukan bahan pengganti zat aditif baku yang lebih ramah lingkungan. Sebagai contoh ketika dalam cat epoxy umumnya digunakan campuran thinner dalam berbagai konsentrasi, adanya larangan di beberapa negara untuk menggunakan thinner sebagai campuran cat epoxy karena sifatnya yang volatile dan tidak ramah lingkungan memaksa beberapa produsen cat epoxy untuk mencampur dengan bahan lain yang lebih ramah lingkungan namun belum tentu kualitas cat yang dihasilkan nantinya akan sebaik cat saat dicampur thinner. Oleh karena itu terkadang pihak produsen akan tetap mencampurkan thinner dengan konsentrasi lebih sedikit dan dikombinasikan dengan bahan aditif lain.
Sumber: https://id.linkedin.com/pulse/apa-itu-cat-epoxy-coating-lantai-badar-masbadar

Cari artikel

Error 404

The page you were looking for, could not be found. You may have typed the address incorrectly or you may have used an outdated link.

Go to Homepage